All New Chevrolet Captiva Didatangkan Darimana?

all new chevrolet captiva 2019

Wuling Oto News — Halo Oto News, Kami datang kembali dengan berita yang mungkin kalian tunggu – tunggu yaitu tentang New Chevrolet Captiva Yang sangat Mirip dengan Wuling Almaz dan Baojun 530 Serta MG Hector ini, ya bisa di bilang 11 – 12 lah dengan mereka .. Dan New Chevrolet Captiva ini Terlihat beredar di Thailand Guys, pertama kali All New Chevrolet Captiva inibterlihat saat acara Bangkok International Motor Show 2019 minggu lalu. Pertanyaanya, New Chevy Captiva ini didatangkan darimana? karena banyak netizen yang mempertanyakan ini pula.

Pertanyaan tersebut muncul setalah pihak Chevrolet Thailand memastikan sendiri bahwa All New Chevrolet Captiva tidak dirakit di Thailand. So, sudah jelas bahwa unit All New Chevrolet Captiva di Thailand merupakan unit impor dari negara lain. Ada 2 lokasi yang disinyalir sebagai produsen SUV dengan berbagai versi tersebut.
Pertama, tentunya pabrik utama Baojun di Lizhou, Guangxi, China yang memproduksi Baojun 530. Yang kedua adalah pabrik Wuling Indonesia di Cikarang.

Jika mengambil di China, maka distribusi unit bisa dilakukan hanya via darat, tetapi pihak pabrikan harus bersusah mengubah layout setir sebelah kiri menjadi setir sebelah kanan. Sedangkan jika mengambil unit di Indonesia, maka ada keuntungan dalam hal perjanjian pajak di ASEAN dan juga sudah sama – sama menggunakan layout setir kanan walaupun perjalanan distribusi sedikit lebih lama. Lantas, dari mana unit All New Chevrolet Captiva bakal dikirim?

Dari sumber yang kami dapatkan, peluang All New Chevrolet Captiva untuk diimpor dari Indonesia sudah terbuka lebar. Hal ini juga seperti rencana pihak Wuling Indonesia untuk melakukan ekspor All New Captiva per tahun 2019 ini. Pihak Wuling juga menggagas sebelumnya bahwa pabrik mereka di Cikarang yang berkapasitas 120.000 unit per tahun merupakan investasi jangka panjang untuk memenuhi pangsa pasar di kawasan Negara ASEAN. Jelas, untuk pasar All New Chevrolet Captiva di Negara ASEAN, bakal di-handle produksinya oleh Wuling Motors Indonesia. Jadi, apakah All New Chevrolet Captiva bakal made in Indonesia? JELAS. Merupakan suatu kebanggaan bukan?

Tetapi masih menjadi pertanyaan apakah All New Chevrolet Captiva ini dipasarkan di Indonesia juga. Bagaimana menurut kalian? apakah perlu dipasarkan di Indonesia meski ada Wuling Almaz?

Indonesia Ditargetkan Mengekspor 450 ribu Mobil Pada 2019

kegiatan ekspor mobil indonesia target 450 ribu mobil

Kementerian Perindustrian Indonesia menginginkan ekspor mobil dari Indonesia mencapai 450 ribu unit tahun ini. Targetnya naik dari hasil di 2018, yaitu 346 ribu unit, setara dengan USD4,78 miliar.

“Tahun lalu, ekspor mobil CBU telah menyentuh 264 ribu unit, dan bentuk CKD sekitar 82 ribu unit, sehingga totalnya menjadi 346 ribu unit. Tahun ini ditargetkan
dapat menembus 400-450 ribu unit, “kata Airlangga Hartarto dalam siaran resmi Kementerian Perindustrian, Jumat (29/3).

Kontributor terbesar untuk ekspor mobil dari Indonesia adalah Toyota Indonesia Motor Manufacturing (TMMIN). Menurut laporan TMMIN, ekspor mereka menyentuh 206.600 unit tahun lalu dalam bentuk Completely Built Up (CBU).

Pada tahun 2018, Indonesia mampu memproduksi kendaraan roda empat atau lebih dari 1,34 juta unit, setara dengan USD13,76 miliar. Airlangga mengatakan bahwa pada tahun 2020 produksinya dapat ditingkatkan menjadi 1,5 juta unit.

Dia juga menjelaskan bahwa Indonesia, yang telah menjadi basis produksi MPV, truk dan pikap, akan diarahkan untuk meningkatkan ekspor dengan target besar sebagai pemasok sedan dan SUV. Satu pasar yang dikatakan terbuka untuk penetrasi adalah Australia.

Indonesia juga telah dipersiapkan untuk menjadi basis produksi mobil yang termasuk dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Pada 2025, sekitar 20 persen kendaraan yang diproduksi di dalam negeri didasarkan pada teknologi listrik.

“Industri otomotif nasional sebagai salah satu sektor andalan dalam road map Making Indonesia 4.0, yang ditargetkan pada tahun 2030 dapat menjadi basis produksi kendaraan bermotor Internal Combustion Engine (ICE) maupun Electrified Vehicle (EV) untuk pasar domestik dan ekspor,” ucap Airlangga.